Plus Minus Introvert

by - May 05, 2019

Plus Minus Introvert 

Coba sehari saja, satu hari saja...kau jadi diriku
Kau akan mengerti, kau akan mengerti bagai mana kumelihatmu~

(Sumber: Koleksi Pribadi)
Tidak mudah menjadi seorang introvert. Ada saja orang yang tidak dapat memahami seorang introvert, merasa asing memang ditengah  keramaian. Tapi apa daya, saya senang dengan situasi demikian. Jika mereka bilang keluarlah dari zona nyaman ?

Jangan pernah beranggapan bahwa saya sebagai introvert tidak pernah keluar dari zona nyaman. Bahwa saya pribadi sering sekali menchallenge diri kalau saya harus melakukan hal-hal yang menurut saya sulit dilakukan, seperti beradaptasi dengan orang baru misalnya. Caranya bagaimana ? Dengan mengikuti kegiatan dimana saya dapat bertemu banyak orang, misal komunitas, organisasi atau bahkan mencari pekerjaan yang sekiranya dapat bertemu orang banyak. Kesan pertama yang saya dapat adalah sulit. Sulit sekali untuk mencoba memulai perkenalan, bercakap-cakap memulai pembicaraan, rasanya ada begitu banyak beban dipikiran saya ketika saya harus berkenalan. Padahal diluar sana masih banyak orang yang dengan mudahnya berjabat tangan, say hi dan berteman akrab di pertemuan pertama. Hal ini tidak berlaku untuk saya.

Menjadi introvert itu ada plus minusnya. Dimana kita sering mendapatkan perhatian lebih dari orang lain karena cenderung sendiri, atau jarang terlihat berkumpul dengan orang lain. Bukan, bukan malu yah, pemalu sama introvert itu beda. Kalau saya merasa bahwa saya lebih segan aja bergaul dengan orang yang baru, saya tidak bisa dengan cepat bergaul dengan orang baru. Beda halnya dengan teman saya yang bisa langsung akrab dan ha-ha hi-hi dengan orang baru. Bahkan, saya dan kakak saya jauh berbeda. Dia bisa saya bawa teman satu gerombolan ke rumah, kalau saya paling satu apa dua itu aja udah mentok banget. Dan itu pertanda, bahwa saya akrab dengan mereka.

Kalau ditanya kamu nyaman enggak sih kayak gini ? Jawabannya, saya nyaman seperti ini. Bergaul dilingkup lebih kecil, karena saya tau betapa susahnya berinteraksi di grup besar sampai harus jalan ramai-ramai dengan banyak teman. Misal ditanya pengen enggak si kayak yang lain ? Saya jawab ya pengenlah. Tenang, saya pernah kok kumpul di grup besar, dateng ke acara. Tapi pas udah sampai rumah. Beuh, rasanya energi saya habis terkuras. Itu pertanda besok-besok adalah hari libur saya dan cukup dengan di rumah, baca buku atau sekedar nonton itu sudah hiburan. 

Saya ingat pas di Jogja, saya pernah ikutan nonton bareng berdepalan kayaknya. Kalau ditanya rasanya gimana ? Rasanya luar biasa, enggak pernah kebayang saya ikutan nonton bareng temen kostan yang ramai-ramai. Paling mentok saya berdua sama teman akrab, belum pernah nyoba untuk nonton bisokop sendiri. Bukan karena enggak berani, tapi karena saya enggak suka nonton hehe.

Oke, jadi berdasarkan pengalaman saya. Apa sih plus dan minus sebagai introvert itu ?

Keuntungan sebagai Introvert

Sering kali saya dapat pertanyaan dan pernyataan. 
Pergi kemana ? Oh kesini, bareng siapa ? Hah sendiri, kok sendiri enggak takut bla bla bla atau bla bla bla.
Melakukan beberapa hal yang saya sukai sendiri itu enggak buruk kok. Saya tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial. Tapi, kan enggak semua harus dilakukan bersama-sama. Hal yang paling saya rasakan jadi introvert itu ya, paling suka kemana-mana sendiri. Bukan enggak punya temen atau gimana tapi ya itulah introvert. 

Sebenarnya intovert itu hanya enggak enak kalau pergi bareng temen takut temennya enggak suka. Maksudnya gini, kan kadang kalau belanja kita enggak hanya satu tempat perlu ke tempat lain atau berlama-lama di suatu produk hanya untuk membandingan produk satu dengan lainnya. Nah, kalau bareng temen nanti malah kitanya kepikiran dianya enggak nyaman, bosen atau capek ngikutin kita muter-muter. 

Ohiya, introvert itu pengamat yang baik loh. Kalau saya suka mengamati orang-orang disekitar saya. Memang saya enggak kenal mereka tapi saya tau mereka. Seengaknya meskipun saya enggak kenal, enggak ada salahnya saya tau mereka. Karena bisa saja, entah dimana ketemu atau bahkan satu dan lainnya perlu bantuan. 

Kelemahan sebagai Intovert 

Introvert itu suka banget mikir, bahkan hal kecil pun mereka pikirkan. Bukan karena sensitif. Hanya saja, apa yang dilakukan itu bisa saja berdampak negatif dan positif untuk orang lain. Ketika introvert mengeluarkan pendapatnya, disisi lain lega. Tapi disisi lain juga berpikir apakah yang diucapkan itu menyinggung perasaan orang dan ujung-ujungnya menyesal telah mengeluarkan pendapatnya. 

Selain itu, karena jadi seorang pemikir. Apa-apa itu jadi kepikiran, hal sepele sekalipun. Hal ini nih yang kadang jadi boomerang buat diri saya sendiri. Nanti, kalau sudah puncaknya 'BOOM' tiba-tiba meluapkan di tempat, waktu dan orang yang salah. Itulah kenapa kalau saya sedang tidak mood saya cukup perlu diam dan akan baik dengan sendirinya. Kalau sudah kejadian 'boom' itu ya mau tidak mau saya berpikir gimana saya harus bersikap lagi. Karena tahu, saya diposisi serba salah haha. 

Saya juga heran dengan orang yang berpikir dengan sesimpel itu, kalau pikiran saya bisa digambarkan pasti sudah seperti benang kusut haha. Susah-susah gampang jadi introvert yang sering dicap anti-sosial. Karena enggak semua orang dapat menerima dengan tangan terbuka punya temen model begini. Saya yang memang seorang pemikir, bahkan saya ngeh kok kalau ada yang enggak suka sama saya karena sikap saya, mungkin. 
Tapi gini, saya mikir lagi. Sebaik apapun kamu, tetap ada yang enggak suka sama kita. Hidup itu ya berdampingan. Jadi ya sudah, selama orang lain enggak bawa-bawa orangtua saya atau menyakiti fisik saya ya sudahlah. Toh, kalau mereka bersikap demikian saya harus bisa bersikap lebih baik bukan malah ikut-ikutan. 

Satu lagi, bukan tidak mungkin seorang introvert berubah. Hal ini karena lingkungan yang menuntut mereka untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang baru.



Semoga kita selalu berpikir positif. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat. 


Ps. Terima kasih buat teman-teman dekat saya yang sudah sejauh ini berteman baik dengan saya. Saya yakin, banyak hal yang membuat diri kalian enggak nyaman dengan perlakuan dan tutur kata saya. Sungguh, enggak ada niatan sama sekali. Maaf dan terima kasih sudah sampai dititik ini bersama saya. Semoga kita masih saling bertukar pikiran dan menjadi teman debat yang baik ;))

You May Also Like

1 komentar