Salah Jurusan (katanya)

by - January 25, 2018

#1 Salah Jurusan 

(Sumber: Canva)

Salah jurusan, katanya. Pernah denger kan kalau kita itu enggak boleh berlebihan dalam membenci sesuatu tapi juga enggak boleh berlebihan menyukai sesuatu. Karena bisa saja yang baik menurut kita ternyata malah membuat kita lebih buruk ataupun sebaliknya. Ah, sepertinya mengalami hal seperti ini menjadi titik balik ke diri sendiri untuk enggak boleh bersikap demikian. 

Jadi, cerita ini dimulai ketika duduk dibangku Sekolah Menengah Atas dimana aku enggak mau banget kuliah diploma III. Sebisa mungkin mendaftar yang dimana lulusannya nanti Sarjana. Mulailah pendaftaran untuk mahasiswa baru, coba mendaftar dimanapun yang kira-kira aku minati. Tentunya, perguruan tinggi swasta juga didaftari. Daftar sana daftar sini, belum ada hasil yang diinginkan. Tepat akhir bulan juli 2018, udah hopeless banget buat daftar sana sini, ngerasa udah capek. Ternyata begini amat ya buat daftar kuliah, apalagi masih gaptek banget buat tanya sana-sini. 

Eh, tapi sebenarnya udah keterima juga di perguruan tinggi swasta di Solo dengan jurusan pendidikan matematika. Setelah dipikir-pikir, akhirnya daftar lagi di perguruan tinggi swasta islam di Jogja dan memilih diploma III perbankan. Rasanya, nyesss pas udah liat di layar komputer kalau aku keterima. Udah males mikir mau daftar sana sini lagi, padahal hati juga masih goyah pengen daftar lagi. Berhubung udah mepet banget waktunya, aku memilih untuk ambil jurusan itu dan kuliah selama 2 tahun 9 bulan lamanya. Tepat, juli 2018 aku di wisuda. 

Enggak nyangka ? Tentu aja enggak. Gimana bisa, jurusan yang bahkan aku enggak tahu itu ada dan gelar yang enggak diinginkan diakhir sekolah. Rencana terkadang tidak sesuai dengan kenyataanya. Perencanaan enggak hanya punya satu plan, tapi beberapa plan. Kalau enggak bisa yang ini yang yang itu, dipikirkan masak-masak setiap keputusan yang diambil. 
Kalau kalian tanya, apakah saya menyesal ? Enggak, karena sebelum keputusan ini diambil pun sudah meyakinkan diri bahwa bismillah ini adalah pilihan yang baik. Kenapa enggak kita melihat ini dari berbagai sudut pandang lain ? Melihat bagaimana susahnya orang tua mencari nafkah buat membiayai kuliah kita, lihat dunia lain. Lihat ke bawah jangan ke atas terus, jangan. Boleh lihat ke atas tapi jadikan itu sebagai bahan motivasi diri bukan sebaliknya. Melihat ke atas hanya untuk membandingkan hidupmu dengan hidupnya mengapa dia jauh lebih beruntung. Daripada begitu mending kita menghargai apa yang saat ini kita punya. 

Dengan berkuliah di jurusan ini, banyak banget pengalaman yang didapatkan. Jalan-jalan ke kota lain bahkan ke negara tetangga. Bisa jadi bondo nekat banget padahal buat bayar tiket aja pake uang saku bulanan. Tapi, kalau udah niat bisa apa, kita yakin kita bisa. Bahwa dengan berkuliah disini, jadi tahu cara pandang lain tentang dunia perbankan. Jadi tahu gimana sih kota Jogja yang ngangenin, jadi tahu bahwa disini terlalu banyak pengalaman yang berharga. Dapat keluarga baru yang pastinya dari banyak kota yang berbeda, bisa kesana kemari dengan begitu mudah. Menjadikan kereta menjadi transportasi favorit. 


Ngerasa masih salah jurusan ? Enggak kok. Terlalu banyak pengalaman berharga yang didapat dari katanya salah jurusan ini. Intinya, kalau kamu sudah mengambil suatu keputusan coba hargai dan lihat dari sudut pandang lain, hidup enggak hanya melulu berkutat dengan kamu-kamu aja. Kamu masih lebih beruntung dari banyak orang di luar sana. Semangat !




You May Also Like

0 komentar