Tentang Perjalanan

by - March 29, 2019

Tentang Perjalanan

(Sumber: Koleksi Pribadi)
Setiap perjalanan itu adalah hal yang menyenangkan. Ada yang saling bertemu, akrab kemudian tak saling sapa. Dalam perjalanan selalu memberikan kenangan dan pengalaman yang mungkin takkan terlupakan bagi si petualang. Berpindah mulai satu kota ke kota lainnya. Menikmati keindahan dan menyelami kehidupan yang baru di kota orang. Beradaptasi menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan, mengenal dengan baik setiap sudut kota sehingga tercipta kenangan khusus yang hanya kau tahu bahkan segelintir orang ikut menyaksikannya. Ada perjumpaan ada perpisahan, mereka yang tak saling kenal mengambil andil penting dalam hatimu. Menjadi bagian keluarga yang mungkin kau inginkan. Ada kalanya, kau begitu bersyukur dapat diperkenalkan begitu indah oleh mereka, berbagi cerita di tempat yang sama dalam keadaan yang sama pula. Memang, tak semua yang kau dapatkan adalah perlakuan baik. Apalagi, kau memang orang perantau, yang hidup di kota orang. Bahkan, jika kau di kota sendiri tak menutup kemungkinan kau juga mendapat perlakukan yang berbeda. Bahwa hidup mengajarkan tentang toleransi, tak patutlah jika kau juga melakukan hal demikian terhadap yang lain.

Cukup kau jadi orang yang tak seperti mereka, bahwa kau tahu hidup di tempat berbeda membuat kau mengerti artinya toleransi. Jikalau kau berperilaku yang sama, merendahkan mereka yang bukan orang kotamu. Apa bedanya kau dengan dia ? Toh, hidup memang tak selamanya air susu dibalas air susu, ada saatnya sebaik apapun kau tetap akan ada air susu dibalas air tuba. Meskipun kau selalu berdoa dilindungi, diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena hidup selalu berdampingan ada baik dan ada yang buruk. Selalu ada saja yang tak suka dengan perilakumu, meskipun minim yang terlihat. Mewaspadai diri itu perlu, sangat perlu. Dengan perjalanan yang kau lalui, dari kota satu ke kota lainnya. Kau bisa paham, bahwa hidup tidak hanya seputar dirimu yang belum menjadi apa-apa. Jangan merasa kecil, kau masih lebih beruntung dari orang diluar sana. 

Aku selalu ingat apa yang ibuku katakan :
"Nak, janganlah kau melihat ke atas terus. Nanti kau kesandung. Lihatlah ke bawah, agar kau bisa lebih menghargai hidup"

Masih lebih beruntung kau hidup bisa berpindah tempat kesan kemari, menempuh pendidikan tinggi. Bermain, bertemu banyak orang, setiap hari masih bisa makan dengan baik, coba deh kau lihat kesana ; masih ada bahkan banyak yang hidupnya tak seberuntung kau. Janganlah kau menganggap hidupmu bahkan menyalahkan Allah subhanahu wa ta'ala dengan semua yang kau dapatkan. Toh, Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kau sendiri tak mau mengubahnya. 

"....Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri..." [Al-Ra'd 13:11]

"Sudah aku sudah coba untuk ini itu, mencari pekerjaan kesana kemari. Tapi, nihil belum mendapatkan hasil"




Hey, bukan hanya kau yang berusaha, bukan hanya kau yang berdoa. Stay positive, berhusnudzonlah kepada Allah subhanahu wa ta'ala

You May Also Like

0 komentar