Teman Curhat

by - May 31, 2019

Teman Curhat

Dengarkan curhatku, tentang dirinya~
(Sumber: Koleksi Pribadi)
Beberapa bulan terakhir, jadi sering banget ada yang curhat tentang diri mereka, tentang apapun itu sih sebenarnya. Enggak pernah ngebayangin aja, saya yang susah banget berteman akrab sama orang lain bisa jadi teman curhat buat mereka. Buat saya itu suatu pencapaian haha. Bukan perkara mudah loh mau mendengarkan curahan hati orang lain. Terkadang pun enggak semua apa yang diutarakan itu perlu jalan keluarnya. Karena beberapa diantaranya hanya perlu orang lain untuk mendengarkan apa yang sedang dialami dan dipikirkan. Bisa jadi juga orang lain sedang mengalami depresi ringan kan. Terlalu pusing untuk dipikirkan dan terlalu sulit untuk menjelaskan kepada banyak orang yang hanya ingin tahu tanpa perlu repot-repot memberikan timbal balik padanya. Ya, seperti over kepo mungkin.

Saya senang, jika mereka percaya pada saya untuk membagikan apa yang sedang dirasakan. Seenggaknya, saya bisa mengambil hikmah dengan apa yang dialami orang lain dan menjadi lebih terbuka pandangannya. Karena, ada kalanya saya hanya berpikir dengan sudut pandang saya tanpa memikirkan sudut pandang lainnya. Selalu ada hal yang positif jika saya  mau melihat dari cara pandang yang berbeda. Dengan, mendengarkan dan saling bertukar pikiran dengan orang lain membuat saya harus lebih bersyukur dengan apa yang saya alami saat ini. 

Keseringannya, saya, kita dan kalian juga mungkin kurang bersyukur dengan apa yang diterima. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa di belahan bumi lain ada orang yang menginginkan posisi kita ? Nah, dengan mendengar, melihat dan mencerna apa yang kita dapat harusnya kita masih lebih bersyukur dengan semua apa yang dimiliki. 

Oke, balik ke teman curhat. Berdasarkan pengalaman juga, keseringan jadi teman curhat bisa jadi memberikan saran untuk orang lain. Bahkan, tak jarang bersikap cukup bijak menyikapi masalah yang ada. Tapi, tak dipungkiri bahwa kalau saya pun ada diposisi mereka pastinya enggak semudah itu juga. Saking biasanya mengobati yang lain, terkadang lupa untuk mengobati diri sendiri. Aneh sih, suka lucu sama diri sendiri. Tapi ya gimana ya, emang begitu haha. 
Intinya, saya cuman mau bilang jadi teman curhat itu asyik kok. Kita coba mendengarkan keluh kesah orang lain. Coba kalau ada teman yang mau cerita, dipersilahkan aja. Siapa tahu dia memang lagi butuh banget teman curhat, bingung mau cerita ke siapa asal kitanya juga jangan ember. Oke ?

Teman itu ya ibarat pewarna, semuanya memiliki warna dengan karakternya masing-masing. Dengan warna yang ada, kita bisa mewarnai perjalanan yang ada, tentunya dengan hal-hal yang positif ya. 


Terima kasih sudah membaca :))

You May Also Like

2 komentar

  1. Lebih banyak mendengarkan sejatinya memang membuat kita jadi lebih tau ya mbak, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba bener banget, jadi lebih paham dan bersyukur tentunya ;)

      Delete