search

bermonolog

[monolog]: pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri

more from the blog

Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar

Jangan suka membesar-besarkan masalah, deh~

It's time to review. Lagi, lagi saya mereview buku. Sepertinya, teman-teman akan banyak melihat posting review buku akhir-akhir ini ya. Buku yang satu ini masih kategori self improvment. Buku ini juga saya beli barengan dengan buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Jadi sama-sama mendapatkan diskon di bulan Januari lalu. Alasan saya kenapa membeli buku ini, lagi lagi karena saya ingin banyak belajar banyak hal bukan karena pengalaman saja tetapi mencoba mencari sudut pandang lain tentang apa yang mungkin sudah atau belum pernah saya alami terkait sebuah permasalahan. Permasalahan memang cenderung dapat konteks yang negatif, ketika bilang masalah pasti dikaitkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan negatif. Jadi, karena itulah saya mencoba untuk mencari pandangan lain terkait masalah itu bagaimana, apakah memang negatif saja atau seperti apa. 

Sinopsis Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar 

Banyak hal dalam hidup ini yang sebenarnya hanya masalah kecil, tapi kita memperlakukannya sebagai masalah besar. Sebenarnya, dengan membentuk perspektif baru bahwa masalah-masalah itu memang kecil, kita akan mempunyai lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang benar-benar merupakan masalah besar. 

Judul : Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar
Penulis: Richard Carslon
Harga : Rp 68.000,-
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 

Kategori : Self Improvment 

Review Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Masalah besar  Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar menurut saya adalah buku yang menarik dan patut masuk daftar list baca teman-teman yang sedang mencari jalan keluar atau sebuah pemikiran baru untuk pemecahan teka teki yang ada. Buku dengan sampul berwarna kuning saja sudah cukup menarik perhatian ditambah dengan kandungan bacaannya. Buku ini juga masuk dalam jajaran buku best seller loh. 

Teman-teman mungkin pernah dengar ketika kita sedang dihadapkan dengan suatu permasalahan dan ada yang berujar "itu hanya masalah kecil, jangan membesarkan masalah kecil jadi masalah besar" .  Menurut saya besar kecilnya suatu permasalahan itu tergantung perspektif orang, menurut kita itu masalah kecil menurut orang lain tidak, begitu pula sebaliknya. Tapi, coba juga dalam diri kita untuk menahan emosi yang ada didiri kita, lihat lagi apakah itu benar-benar masalah yang patut kita besar-besarkan ? Susah memang, dan saya pun mengalaminya. Inilah salah satu alasan mengapa saya harus lebih banyak belajar, lebih banyak menahan, bukan hanya soal meminimalkan barang tetapi juga dari segi pemikiran. 

Penjelasan dalam buku ini sangat mudah dipahami, penyampaian yang mudah dan gaya tulisan yang mudah dipahami. Buku ini memiliki poin-poin disetiap pembahasaannya dimana kita diajak untuk mendamaikan emosi (menurut saya). Banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari dari buku ini, tetapi hanya beberapa saja yang ingin saya bagikan : 

1. Jangan mempermasalahkan hal-hal kecil
Susah memang untuk mencoba menahan emosi, untuk tidak memikirkan hal-hal kecil yang tidak penting untuk dipikirkan. Tetapi, dari buku ini saya belajar bahwa ternyata seringkali saya memusingkan hal-hal yang tidak penting. Padahal bisa saja kita memanfaatkan untuk memikirkan hal-hal lain yang jauh lebih penting dan bermanfaat daripada hal tersebut. Contoh hal yang nggak penting apa sih, misalnya saya sedang berjalan santai nggak sengaja ada yang menabrak saya dengan terburu-buru tanpa minta maaf. Kemudian saya memikirkannya dengan berpikir dia nggak sopan, nggak punya tata krama, membayangkan untuk memarahinya bahkan yang lebih parah adalah menceritakan kepada orang lain tentang hal yang baru saja saya alami. Padahal, jika dibalik ketika kita berada di posisi orang tersebut bisa saja dia sedang diburu waktu terlambat ujian, interview, naik kereta atau lain sebagainya sehingga hal tersebut  bisa terjadi. Tentu hal-hal seperti ini pernah terjadi, apa sih yang kita lakukan ? Biarkan saja atau malah memikirkannya hingga menjadi bahan obrolan. 

2. Berdamai dengan ketidaksempurnaan
Menganggap bahwa orang lain adalah masalah kita, mengomentari dengan seenaknya, memikirkan ketidaksempurnaan sebagai masalah, kebahagiaan orang sebagai masalah baik itu tentang diri sendiri atau orang lain. Coba menghilangkan kesempurnaan yang ada dan temukan kenyamanan. Susah ? Iya, karena itulah dicoba perlahan-lahan. 

3. Berhenti menyalahkan orang lain
Ketika orang lain bilang stop menyalahkan diri sendiri, menurut saya bukan berarti juga itu menjadi pembenaran untuk menyalahkan orang lain. Tidak jarang dari kita juga sering menyalahkan orang lain karena hal-hal yang terjadi pada diri kita. Bisa saja orang lain berkontribusi dengan apa yang terjadi pada kita tapi tetap kitalah yang bertanggung jawab pada diri kita. Segimanapun permasalahan yang ada, oke mereka menjadi penyebab bukan berarti mereka tidak bertanggung jawab, tetapi kita berkewajiban bertanggung jawab dengan diri sendiri.

Menurut saya memang terkadang kita lupa sering menyalahkan orang lain dan juga menyalahkan diri sendiri atas permasalahan yang ada. Coba dikelola kembali, telaah dan lihat karena bagaimana pun kontrol diri ya terletak pada diri kita sendiri. 

Sejujurnya banyak sekali hal menarik yang ada dalam buku ini versi saya. Tapi, jika saya bagi semua disini tidak etis rasanya, karena tentu lebih enak ketika teman-teman juga membaca dan memahami buku ini dari cara pandang teman-teman. Banyak hal yang dapat saya pelajari dalam buku ini, banyak hal-hal yang relevan yang terkadang kitanya denial sama diri sendiri. Semoga saya dan kalian semua yang membaca senantiasa memperbaiki diri dan dapat mengelola emosi dengan baik. Semoga reviewnya bermanfaat dan selamat membaca -selamat membeli buku ! 



Comments

do you wanna know when a new post comes out?

Profile Photo

About Cahya

Profile Bio

Hai, saya Cahya !


Suka nulis tapi kadang-kadang.


Please, send me a hello :)
cahyaisnainii@gmail.com


Instagram