Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat 


Review time. Tahun yang baru dimulai dengan membeli buku-buku yang sudah saya idam-idamkan sejak lama. Semua buku yang sudah saya baca, akan saya review ya di blog ini. Buku yang pertama saya baca adalah buku dengan judul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Buku ini adalah karya dari Mark Manson dan sudah masuk cetakan ke 31. Saya memang sudah penasaran ketika buku ini terpajang pada etalase best seller-nya di Gramedia. Apalagi dengan judul yang menarik sehingga membuat orang lain penasaran untuk membaca buku ini. Bagi saya yang tidak begitu suka membaca buku terjemahan dan baru mulai untuk mencoba tema lain dalam membaca memang cukup menguras pikiran. Beberapa kali saya harus mengulai dalam membaca kalimat-kalimat yang ada dalam buku tersebut untuk memahami maknanya. Bahasanya juga cukup frontal mungkin ya bagi saya. Menurut saya, kalimatnya cukup mudah dipahami bahasannya juga ringan tetapi entah mengapa saya memang sulit memaknainya. 

Hingga 2020, buku ini masih terus menerus berada dijajaran buku yang dicari. 


Penulis : Mark Manson
Harga : Rp 67.000,- 
Penerbit: Grasindo 

Apa saja sih yang dapat saya simpulkan dari buku ini ?

Manusia hidup nggak lepas dengan adanya permasalahan yang terjadi, baik masalah yang positif dan masalah yang negatif. Kita nggak bisa juga meminta bahwa kita terlepas dari segala permasalahan yang ada, tapi coba meminta untuk masalah yang ada menjadi masalah yang positif. Kita bisa memilih untuk menghadapi dan mengakui dengan segala permasalahan yang ada, bukan malah sebaliknya -menghindarinya. 

1. Manusia berhak bahagia dengan caranya sendiri
Dari buku ini saya belajar bahwa, kita bisa memilih untuk bahagia dengan cara kita sendiri tanpa mengikuti standar hidup orang lain. Setiap manusia berhak bahagia. Kita tentu tidak bisa memaksakan kehendak kita terhadap orang lain begitupula sebaliknya. Ketika orang lain bahagia ketika orang lain bahagia dengan puncak kesukseskan dan kepopulerannya, bisa saja ketika kita berada diposisi itu kita tidak bahagia. Misalnya, saya malah sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga kecil saya untuk menikmati hari tua. Nah, tentu kita tidak bisa memaksakan bahagia orang dengan bahagia kita, kalau kita masih terus menerus dihantui dengan "standar kebahagiaan" orang lain tentu kita akan terus menerus merasa kurang dan kurang bahagia. 

2. Terkadang kita sering lalai dan terlalu fokus pada hal yang tidak seharusnya kita fokuskan
Coba pahami lagi, olah lagi. Apakah kita sudah benar-benar memfokuskan hal yang tepat atau malah sebaliknya ? Jangan-jangan kita terlalu fokus pada hal yang tidak seharusnya dipikirkan. Kita fokus pada hal-hal yang tidak penting sampai-sampai melalaikan hal yang penting. 

Dalam buku ini banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dan dicerna kembali. Persepsi saya mengenai buku ini bisa saja tidak sama dengan persepsi teman-teman. Memaknai suatu karya dengan pandangan kita masing-masing, menurut saya begini menurut kalian begini. Hal yang terpenting adalah coba terus memperbaiki diri, mencoba melihat setiap permasalahan dengan berbagai sudut pandang, telaah lagi apakah ini hal yang patut saya pikirkan atau hanya membuang-buang energi dan waktu. Semoga kita senantiasa dapat menjadi manusia waras dengan pemikiran yang waras. 
  
Jika teman-teman yang hobi baca buku mau mendapatkan diskon pembelian buku dan lainnya. Teman-teman klik disini. Dengan aplikasi tersebut, teman-teman akan mendapatkan banyak dikson yang berbeda-beda setiap bulannya dan poin yang dikumpulkan juga dapat ditukarkan lagi dengan voucher yang ada, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku ya. 


Terima kasih, selamat membaca !

2 komentar

  1. Saya pengen banget beli bukunya nih, menarik kayaknya, banyak yang review makin penasaran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, ini rekomen buat referensi bacaan 😊

      Delete